##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Mariesta Kusumaningtyas Atitya Fithri Khairani Indarwati Setyaningsih

Abstract

Latar Belakang: Insidensi cedera otak akibat trauma memiliki angka mortalitas mencapai 25%. Hiponatremia merupakan gangguan elektrolit yang paling sering terjadi pada pasien cedera otak akibat trauma yang dapat memperburuk kondisi dan dapat menjadi salah satu penyebab disabilitas/ mortalitas.


Tujuan: Untuk menilai hubungan hiponatremia terhadap prognosis kematian pasien cedera otak akibat trauma di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta.


Metode Penelitian: Penelitian analitis menggunakan metode potong lintang terhadap data rekam medis pasiencedera otak akibat trauma di RSUP Dr. Sardjito selama bulan Desember 2016. Subjek penelitian terdiagnosis dan tercatat sebagai traumatic cerebral oedema (S06.1), traumatic subdural haemorrhage, (S06.5), dan traumatic subarachnoid haemorrhage (S06.6).


Hasil: Terdapat 52 subjek dengan mayoritas laki-laki (76,9%), rerata usia 32 tahun, dan sebagian besar mengalami hiponatremia derajat sedang (61,5%). Jumlah pasien meninggal sebanyak 13,5%. Kadar natrium berpengaruh terhadap prognosis kematian pada pasien cedera otak akibat trauma (p=0,031).
Simpulan: Hiponatremia berhubungan dengan prognosis kematian pasien cedera otak akibat trauma di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.


Kata Kunci: Hiponatremia, Cedera Otak Akibat Trauma, Prognosis, Mortalitas

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Artikel