##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Komang Wiswa Mitra Kenwa I Gusti Ngurah Purna Putra Thomas Eko Purwata

Abstract

Latar belakang: Beberapa masalah yang muncul dalam penggunaan telepon genggam antara lain efek kecanduan, anti sosial, dan permasalahan kesehatan seperti nyeri pada leher, lelah otot, dan kaku otot.


Objektif: Untuk mengetahui adanya hubungan antara penggunaan telepon pintar dengan kejadian nyeri leher pada dewasa muda berusia 18-24 tahun.


Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan penggunaan telepon pintar dan mengenai riwayat nyeri leher. Data dianalisis dengan menggunakan analisis bivariat korelasional.


Hasil: Terdapat 118 responden dengan proporsi perempuan 89 orang (75,4%) dan laki-laki yaitu 20 orang (24,6%). Usia rata-rata responden adalah 19,4 tahun. Akumulasi durasi penggunaan telepon pintar rata-rata 7,54 jam. Prevalensi nyeri leher adalah 83,1% dengan rata-rata skala nyeri leher adalah 2,79. Analisis durasi penggunaan telepon pintar dan skala nyeri leher menunjukan korelasi lemah (0,209) yang signifkan dimana peningkatan durasi penggunaan dapat meningkatkan skala nyeri leher (p = 0,023).


Simpulan: Terdapat hubungan lemah namun bermakna antara durasi penggunaan telepon pintar dengan kejadian nyeri leher pada individu dewasa muda.


Kata Kunci: Durasi Pemakaian, Telepon Pintar, Nyeri Leher, Dewasa Muda


 

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Artikel