##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Eric Hartono Tedyanto Ni Komang Sri Dewi Untari

Abstract

Latar Belakang: Secara klinis, leukostasis didiagnosa pada pasien leukemia dengan hasil laboratorium hiperleukositosis (>100.000 u/L) disertai manifestasi respiratorik, neurologis, atau renal. Insidensi hiperleukositosis pada Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) usia dewasa 10-30%, jarang pada wanita, dan jarang menyebabkan leukostasis.


Laporan Kasus: Seorang wanita berusia 20 tahun dikonsulkan dari bagian penyakit dalam dengan kejang umum tonik-klonik. Hasil laboratorium menunjukkan leukosit 134.500 u/L, hasil EKG menunjukkan iskemik miokardium.


Diskusi: Leukostasis jarang terjadi pada pasien leukemia. Leukostasis menyebabkan aliran oksigen dalam darah menuju sel menjadi inadekuat, termasuk salah satunya aliran darah yang menuju sel otak. Hipoksia jaringan otak merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya kejang.


Kesimpulan: Leukostasis merupakan suatu keadaan emergensi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Tujuan tatalaksana penyakit adalah mengurangi mortalitas dini, termasuk tatalaksana kejang, yang merupakan salah satu menifestasi klinis leukostasis.


Kata kunci: kejang, leukostasis, leukemia.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Artikel