##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Jesi Prilly Hana Rizaldy Taslim Pinzon Esdras Ardi Pramudita

Abstract

Latar Belakang: Terdapat beberapa faktor resiko yang telah diidentifikasi memepengaruhi mortalitas pasien Perdarahan Subaraknoid. Salah satu cara untuk mengetahui prognosis pasien perdarahan subaraknoid ialah dengan menggunakan sistem skoring. Skor dapat membantu para klinisi untuk menilai kondisi pasien, prognosis, serta menentukan penatalaksanaan yang terbaik bagi pasien.


Tujuan Penelitian: Mengukur faktor prediktor yang mempengaruhi mortalitas pada pasien perdarahan subaraknoid dan meramalkan prognosis pasien perdarahan subaraknoid menggunakan skor prediktor mortalitas.


Metode: Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder register stroke dan rekam medik pasien perdarahan subaraknoid di RS Bethesda Yogyakarta. Uji validitas menggunakan kurva receiver-operating characteristic (ROC) dan untuk cut off point  menggunakan area under the curve  (AUC).


Hasil: Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mortalitas pasien perdarahan subaraknoid dengan kesadaran (RO: 19.722, 95% IK: 1.788- 217.521, p: 0.015), tekanan darah sistolik (RO: 157.4, 95%IK: 2.068- 11990.9, p: 0.022), gula darah sewaktu (RO:12.457, 95%IK:   2.305- 67.322, p: 0.03) dan komplikasi (RO: 30.539, 95%IK: 2.685- 347.377, p: 0.006). Masing-masing variabel memiliki skor untuk menentukan prognosis pasien perdarahan subaraknoid. Skor memiliki kemampuan yang baik dalam memperediksi mortalitas pasien perdarahan subaraknoid (AUC) ROC 0.946 (95% IK: 0.896- 0.995; p: <0.001).


Kesimpulan: Skor prediktor mortalitas valid digunakan untuk meramalkan mortalitas pada pasien perdarahan subaraknoid.


Kata Kunci: perdarahan subaraknoid, skor prediktor, mortalitas

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Artikel